E-Bus Karya Mobil Anak Bangsa (MAB): Produk Dalam Negeri yang Tak Kalah Saing

Saatnya Produk Dalam Negeri Mampu Bersaing di Pasar Otomotif

733

Di tengah berkembangnya mobil-mobil dengan bahan bakar atau penggerak alternatif, seperti mobil listrik yang beberapa tahun ini semakin membanjiri pangsa pasar otomotif, muncul nama E-Bus 12 Meters Seri MD255-XBE1 untuk ikut bersaing.

Produk dalam negeri E-Bus karya Mobil Anak Bangsa (MAB) ini dapat mencapai kecepatan 70 km/jam dengan max gradeability (elevasi) 20 derajat. Konsumsi energinya cukup hemat yakni 259,2 Kwh untuk menempuh jarak 250 km. Pengisian baterai dari 0 hingga 100% untuk mendapatkan 259,2 Kwh hanya membutuhkan waktu 3 jam. Kapasitas penumpang yang dapat diangkut bus listrik ini pun bukan main banyaknya, yaitu 60 orang.

Dimensi Unit

Dimensi bus cukup besar dengan panjang total 12 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 2,4 meter, jarak antar sumbu roda depan dan belakang (wheelbase) 5,95 meter serta ground clearance (jarak bodi paling bawah dengan tanah) 25 cm. Ground clearance yang cukup rendah ‘kan? Ini dimaksudkan agar penumpang mudah untuk naik dan turun bus, terutama bagi penumpang berkebutuhan khusus.

Baca juga: Mobil Listrik Juara Dunia Karya Anak Bangsa

Bus listrik model ini (MD255-XBE1) cocok digunakan sebagai kendaraan dalam kota maupun angkutan bandara, untuk mengantar penumpang jarak dekat. Desain kursi pun layaknya bus dalam bandara yang mengakomodir sebagian penumpang berdiri dan sebagian lainnya untuk duduk. Tempat duduk diprioritaskan bagi wanita hamil, lansia, ibu menyusui dan lain-lain.

Fitur Unggulan

Bus ini memiliki beberapa fitur unggulan, diantaranya:

  • Tempat duduk yang nyaman dilengkapi dengan seat belt.
  • Monitor panel pada dashboard sudah digital yang dapat menampilkan beberapa indikator dan peringatan.
  • Sisi samping monitor display dilapisi dengan carbon fiber, dan beberapa LED display di depan samping kanan-kiri bus.
  • Bodi bus tergolong cantik berkat sentuhan karoseri New Armada, yang notabene sudah berpengalaman dalam pembuatan bodi bus.
  • Pintu tengah memiliki papan landai yang memudahkan untuk menaik-turunkan penumpang difable dengan kursi roda.

Perbedaan dengan Bus Konvensional

Perbedaan bus ini dengan bus-bus biasa adalah pada sistem penggeraknya. Pada umumnya bus menggunakan engine diesel 6-12 silinder. E-Bus Mobil Anak Bangsa memiliki penggerak motor listrik seri HYYQ 800-1200, tipe Electrical Motor PMSM (Permanent Magnetic Synchronous Motor). Daya maksimum yang dihasilkan pun cukup besar, yakni 200 KiloWatt atau setara dengan 268 tenaga kuda (horse power), hampir sama dengan bus-bus pada umumnya.

Torsi maksimum mencapai 24.000 Newton Meter atau setara 2.400 kg Meter, dengan rata-rata putaran 1.200 rpm dan maksimum 3.000 rpm.Torsi dibutukan saat awal kendaraan berjalan atau saat jalan menanjak.

Baterai yang digunakan tipe LiFePo (Lithium Ferro Phosphate), dengan tegangan 576 Volt 450 Ampere jam. Kapasitas total baterai ini 259,2 kwh dengan berat total 2.290 kg.

E-Bus MAB Jelas Hemat Energi

Bagaimana tidak hemat energi? Kita ibaratkan kebutuhan energi e-Bus MAB sebesar 259,2 Kwh adalah kebutuhan listrik rumah tangga dengan tarif dasar Rp.1.352/Kwh. Kita cukup mengalikan 259,2 dengan Rp. 1.352 maka hasilnya adalah Rp. 350.438 untuk jarak tempuh 250 km. Kita lihat harga bahan bakar (solar) 1 liter berapa? Bus pada umumnya paling hanya dapat menempuh 2-3 km per liter. Kita kalkulasikan menggunakan jarak tempuh (250 km) yang sama dengan e-Bus MAB. Bisa kita bayangkan bukan keuntungannya?

Keuntungan tersebut bukan hanya secara finansial saja, tapi juga dari sisi lingkungan. E-Bus MAB jauh lebih ramah lingkungan dibanding dengan bus berpenggerak engine karena e-Bus memiliki predikat zero emission.

Baca juga: Polusi Bus Konvensional dengan Engine yang Mengkonsumsi Solar 

Walau Hemat Tetap Mantap

Meski berpenggerak listrik, bus ini juga tetap dilengkapi dengan Air Conditioner untuk kenyamanan penumpangnya. AC yang digunakan adalah tipe TSD-LE Sanden, dengan tegangan listrik 400-800 VDC. Kapasitas pendinginannya hingga 30.000-32.000 Kcal/jam dengan berat total sistem pendingin sebesar 320 kg.

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More