Inilah Alasan Tekanan Angin Ban Harus Ideal

Bukan pasangan hidup saja, tekanan angin ban pun harus ideal

383

Bandung – Tekanan angin ban yang ideal sangat mempengaruhi performa mobil kita terutama saat bermanuver, berakselerasi ataupun untuk kenyamanan saat berkendara.

Tekanan angin ban diukur dengan satuan Psi atau Pounds Square Inch artinya tekanan per inchi persegi.

Pada umumnya tekanan angin ban mobil berkisar antara 30 hingga 40 Psi. Berikut ini ada beberapa gejala dari kemungkinan tekanan angin ban terlalu besar ataupun terlalu kecil.

Tekanan angin ban kurang

  1. Ban menjadi lebih lunak dari standarnya sehingga seakan-akan ban bisa berubah bentuk (lentur), nah ini yang membuat handling menjadi sangat buruk saat menikung seperti terasa tergelincir, bahkan saat jalan lurus mobil terasa bergerak-gerak sulit dikendalikan.
  2. Tarikan menjadi berat. Ban yang gembos juga membuat ban terlalu mencengkeram pada aspal (terlalu banyak permukaan ban yang bersentuhan dengan tanah/aspal). Akibatnya tarikan mobil menjadi berat saat berakselerasi.
  3. Boros bahan bakar. Salah satu penyebab mobil (juga kendaraan pada umumnya) boros bahan bakar disebabkan oleh tarikan Karena ban terlalu lekat dengan aspal maka tarikan menjadi berat dan konsekuensinya adalah boros BBM.
  4. Ban mudah aus di bagian samping (tepi) tapak ban.
  5. Ban rawan pecah. Akibat “kelelahan” pada dinding ban (karet hangus dan benang putus) biasanya tekanan ban akan berkurang dengan sendirinya karena angin keluar melalui celah-celah ban dan velg.

Baca juga: cara membaca kode ban

 Tekanan angin ban terlalu tinggi

  1. Tidak nyaman dikendarai. Ban sebenarnya memiliki sistem suspensi (peredam dari getaran/goncangan). Jika ban dipompa terlalu keras (tekanan angin tinggi) maka sistem suspensi ban akan berkurang dan hal ini menyebabkan mobil menjadi lebih keras saat melewati jalanan berlubang sehingga penumpang akan merasa tidak nyaman.
  2. Mudah selip. Tekanan angin yang terlalu tinggi menyebabkan traksi atau cengkeraman ban ke aspal menjadi berkurang. Nah, jika traksi berkurang maka mobil akan mudah selip terutama saat melewati jalanan licin dan ini jelas membahayakan.
  3. Sulit mengerem. Ini terjadi akibat kurangnya daya cengkeram ban. Saat direm ban akan mudah sekali terkunci (kehilangan cengkeraman ke aspal). Hal tersebut membuat kita harus waspada untuk lebih halus mengerem dan memberikan jarak pengereman yang lebih lebar.
  4. Mudah aus di bagian tengah tapak ban. Ban dengan tekanan angin yang terlalu tinggi biasanya akan menyebabkan bagian tengah ban akan habis terlebih dahulu.

Cek rutin tekanan angin ban dengan pompa yang memiliki indikator setiap 2 minggu sekali atau maksimum 1 bulan sekali agar performa ban mobil tetap ideal.

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More